Ini Alasan Pengusaha Konstruksi Terjun Bebas Dimasa Pandemi

BameswarablogsCom -- Bisnis konstruksi merupakan sebuah badan bisnis yang berbentuk perusahaan atau perorangan, sebuah bisnis konstruksi atau disebut juga sebagai perusahaan kontraktor dan jika dijalankan perseorangan disebut sebagai seorang pemborong.

Photo Ilustrasi By @markpot123

Perusahaan konstruksi atau pemborong biasanya menyediakan jasa pembangunan insfrastruktur, properti, maupun rehabilitasi aset baik itu aset milik instansi pemerintah maupun aset milik swasta, masyarakat umum, dan aset milik pribadi.

Dewasa ini semenjak merebaknya pandemi covid-19, akhir tahun 2019. Serta awal tahun 2020, hingga selesainya tahun 2020 banyak perusahaan-perusahaan konstruksi yang mengalami kesulitan mendapatkan sebuah  project atau Jobs, hal ini berkaitan erat dengan situasi sulit dikarenakan dampak dari terjadinya pandemi.

Dikutip dari situs halaman Cnbcindonesia.com (19/05/21), Pada tahun 2020 lalu dari total 42.000, Perusahaan yang tergabung dengan Gabungan Pelaksana Konstruksi separuh dari anggotanya menyetop kegiatan usahanya. Hal itu dinyatakan oleh Wakil Ketua Umum IX GAPENSI Bapak Didi Iskandar Aulia menyatakan, "Proyek minim. Pengusaha kecil mengharapkan dari APBD I, APBD II, bahkan APBN, itu juga kalau ada. Sangat menyusahkan sekali."  jelasnya kepada CNBC Indonesia, kamis (18/3/2021).

"Sementara KTA (Kartu Tanda Anggota) ini harus diperbarui tiap tahun untuk pengikut sertaan tender-tender. Artinya, dengan kondisi ini, saya perlu sampaikan kepada pemerintah harus melihat industri konstrusi juga, industri turunannya pun banyak, mulai dari supplier dan lainnya," Jelas Didi.

"Bunga perbankan di sektor konstruksi itu tidak manusiawi, saya pikir dari bank pemerintah. Pemerintah butuh menunjukan bank pelaksana untuk satu bank pemerintah siapa, dan ini nilai bunganya terlalu tinggi menurut kami," Jelasnya.

"Dari kewajaran kami, kalau mau dihitung batas kewajaran ya di atas 3% BI Rate-lah. Jadi menurut saya itu wajar. Ini bank pemerintah juga efisiensi dong, jangan ini itu belanja modal kebanyakan, kita sama-sama mau maju," Pungkasnya.

Dari kutipan diatas kita bisa menilai bahwa ada beberapa faktor penyebab dari menurunya pengusaha konstruksi di Indonesia selain terkena dampak pandemi, juga ternyata bagi pengusaha konstruksi memang harus memverifikasi kartu keanggotaan setiap tahun itu  dirasa perlu sebagai persyaratan kelengkapan dokument saat tender atau lelang. 

Besarnya bunga bank bagi pengusaha konstruksi baik perusahaan kecil maupun besar itu bisa dikatakan tidak manusiawi, dimana batas bunga yang dikenakan lebih dari 3%, seharusnya pemerintah dalam hal ini bisa menunjuk salah satu bank BUMN sebagai partner yang memang memudahkan para pengusaha konstruksi yang notabene pelopor utama pembangunan di setiap negara misalnya Indonesia, hal tersebut diharapkan akan bisa memberikan suku bunga yang rendah jadi lebih manusiawi.

Dilema itulah yang mungkin dialami para pengusaha konstruksi, dimana menurunya jumlah pengguna jasa konstruksi akibat terdampak pandemi, membuat mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan usahanya. Padahal dunia konstruksi merupakan dunia usaha yang memiliki keterkaitan besar bagi usaha-usaha turunannya seperti supplayer, pengerajin batu, pengerajin kayu,  dsb.

Jadi sudah jelaslah mengapa pengusaha konstruksi di Indonesia terjun bebas, berikut beberapa rangkuman alasannya :

  • 1. Akibat adanya pandemi beberapa tahun kemarin hingga sampai sekarang, menurunya pengguna jasa konstruksi di Indonesia menyebabkan para pengusaha di sektor ini mengalami kolaps dan pada akhirnya memutuskan tidak melanjutkan usahanya.

  • 2. Terlalu singkatnya masa berlaku kartu keanggotaan bagi para anggota pengusaha konsstruksi yang mana hanya berlaku selama 1 (satu) tahun, sedangkan biaya yang dikeluarkan para pengusaha konstruksi untuk tetap bisa terdaftar sebagai anggota pengusaha konstruksi supaya bisa mengikuti lelang biayanya cukup besar. Sementara pengguna jasa konstruksi sendiri mengalami penurunan, hal inilah yang menyebabkan mereka menghentikan untuk sementara atau tidak melanjutkannya kembali.

  • 3. Suku bunga bank bagi para pengusaha konstruksi itu terkesan tidak manusiawi, dimana nilai suku bunganya melebihi 3% dari nilai penghasilan, biasanya 5-10% nilai suku bunga itu tidak sebanding dengan pendapatan.


Itulah beberapa alasan yang membuat pekerja konstruksi terjun bebas di masa pandemi, semoga bermanfaat, dan selamat beraktifitas.


Related Posts:

0 Response to "Ini Alasan Pengusaha Konstruksi Terjun Bebas Dimasa Pandemi"

Post a Comment