Bisnis Properti di Tahun 2025 Ambrol, Menjelang Awal Tahun 2026


Permintaan properti kelas menengah ke atas mengalami penurunan yang sangat signifikan di tengah situasi dunia yang sedang mengalami krisis. Sesuai prediksi, peluang bisnis properti di tahun 2025 menurun sekitar 20% - 30% dan juga akan terjadi gelombang kepemilikan rumah yang pesat dalam sepuluh tahun mendatang.

Penurunan industri properti didorong oleh menurunya minat investor terhadap hunian vertikal dan tempat tinggal yang disewakan. Menurut 99 Group, mulai Januari-Juni 2025 fluktuasi minat kepemilikan properti turun dengan pesat Year-on-Year dengan minat pembelian menurun 40,5% dan penyewaan 25,40%.

Deputy CEO 99 Group Indonesia, Wasudewantoro mengatakan, rumah tapak masih jadi primadona pilihan masyarakat pada waktu membeli properti. "Kita juga melihat adanya potensi baru dari tipe properti ruko yang semakin banyak dicari konsumen, namum akhir-akhir ini penurunan terhadap minat pembelian properti tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya" katanya.

CEO PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) John Riady mengatakan, pihaknya melalui Lippo Village akan improve menjadi city of dreams di mana para creativepreneurs menciptakan mimpi dan merealisasikannya guna meningkatkan kembali sektor properti.

Expertise kami sebagai pengembang kota yang terintegrasi memberikan full support terhadap setiap opportunity yang bertujuan untuk mengembangkan kualitas human capital khususnya demografi milenial untuk menghadapi pasar global ke depan. Kami memfasilitasi dengan menyediakan landed house dan klaster komersial berkonsep tempat tinggal yang terintegrasi dengan tempat berbisnis di kota Lippo Village yang sudah matang dengan semua fasilitas perkotaan modern." 

Dia menangkap peluang sejak awal tahun 2024, di mana LPKR konsisten melakukan penjualan landed house. Dimulai pada 6 Maret 2024 LPKR meluncurkan Cendana Icon kemudian 5 Juni 204 Cendana Parc dan Cendana Parc North pada 11 Juli 2024. Melihat permintaan market yang tinggi, LPKR menciptakan konsep klaster komersial modern “The Hive Commercials” diluncurkan pada 30 Oktober 2024 yang mengalami oversubscribed, ditahun 2025 hal itu tidak dilakukan lantaran terjadi penurunan minat pada sektor properti.

 Dengan seluruh peluncuran produk rumah tapak dan klaster komersial ini LPKR telah mencatatkan angka pra penjualan pada Kuartal III/2021 Rp1,6 triliun dan meningkatkan pra penjualan sembilan bulan pertama tahun 2021 menjadi Rp3,9 triliun atau meningkat 71 pesen YoY (year on year).

Pra penjualan sembilan bulan pertama tahun 2021 senilai Rp3,9 triliun telah mencapai 93 persen dari target di tahun 2021 sebesar Rp4,2 triliun.

Karena permintaan yang menurun drastis untuk landed house di Lippo Village, kami menunda mempersiapkan peluncuran produk unggulan Cendana Series terbaru rencananya pada akhir November ini. Kami akan menutup tahun 2025 dengan pesimis untuk dapat menggenapi target Rp4,2 triliun," ujar John.

Akankah hal itu akan berlanjut di tahun 2026 mendatang ? 

 

Related Posts:

0 Response to "Bisnis Properti di Tahun 2025 Ambrol, Menjelang Awal Tahun 2026"

Post a Comment