A
Agregat: Material granular (pasir, kerikil, batu pecah) yang digunakan sebagai campuran beton atau lapisan jalan.
Abutmen: Struktur penyangga ujung jembatan.
Analisis Struktur: Perhitungan untuk mengetahui gaya-gaya dalam, reaksi, dan deformasi pada struktur.
B
Balok: Elemen struktur horizontal yang menahan beban lentur.
Baja Tulangan (Rebar): Baja yang ditanam dalam beton untuk memperkuatnya.
Bore Pile: Pondasi dalam berupa tiang beton yang dicor di tempat.
C
Campuran Beton: Komposisi semen, agregat halus, agregat kasar, dan air.
Curing: Proses menjaga kelembaban beton agar mengeras dengan baik.
Cut and Fill: Metode pekerjaan tanah dengan memotong (cut) dan menimbun (fill).
D
Dinding Geser (Shear Wall): Struktur vertikal untuk menahan gaya lateral (gempa/angin).
Drainase: Sistem pengaliran air permukaan atau bawah tanah.
Deck: Permukaan jembatan atau lantai bangunan.
E
Ekskavasi: Pekerjaan penggalian tanah.
Elastisitas: Sifat material kembali ke bentuk semula setelah beban dihilangkan.
Ekspansi Termal: Pemuaian material akibat perubahan suhu.
F
Fondasi: Bagian struktur yang menyalurkan beban ke tanah.
Fly Ash: Limbah pembakaran batu bara yang bisa dipakai sebagai bahan tambahan beton.
Faktor Keamanan (Safety Factor): Perbandingan antara kekuatan rencana dan beban kerja.
G
Galian: Pekerjaan membuang tanah/batuan untuk konstruksi.
Geoteknik: Cabang ilmu sipil yang mempelajari sifat tanah dan batuan.
Girder: Balok utama jembatan yang menahan beban.
H
Hidrostatik: Tekanan fluida yang diam pada suatu kedalaman.
Highway Engineering: Cabang teknik sipil yang berfokus pada jalan raya.
Hammer Test: Alat uji kuat tekan beton secara non-destruktif.
I
Infrastruktur: Fasilitas dasar (jalan, jembatan, saluran) yang mendukung aktivitas masyarakat.
Interchange: Persimpangan jalan bebas hambatan tanpa lampu lalu lintas.
Irigasi: Sistem pengairan untuk lahan pertanian.
J
Jembatan: Struktur penghubung di atas sungai, jalan, atau jurang.
Joint: Sambungan pada beton, baja, atau struktur lainnya.
Jet Grouting: Metode perkuatan tanah dengan menyuntikkan campuran semen bertekanan tinggi.
K
Kolom: Elemen vertikal struktur yang menahan beban tekan.
Keruntuhan Geser: Kegagalan tanah akibat geser.
Keruntuhan Lentur: Kegagalan struktur akibat pembebanan berlebih hingga melengkung.
L
Lean Concrete: Beton dengan kadar semen rendah, biasanya untuk lapisan dasar.
Lendutan: Perubahan bentuk (defleksi) pada struktur akibat beban.
Landfill: Tempat pembuangan akhir dengan metode timbun tanah.
M
Modulus Elastisitas (E): Ukuran kekakuan material.
Mortar: Campuran semen, pasir, dan air untuk pasangan bata.
Mix Design: Perancangan komposisi campuran beton.
N
NDT (Non-Destructive Test): Pengujian material tanpa merusaknya.
Neraca: Alat ukur gaya atau massa.
Nilai CBR (California Bearing Ratio): Indeks kekuatan tanah dasar jalan.
O
Overburden: Lapisan tanah penutup yang harus dibuang sebelum pekerjaan konstruksi.
Overlay: Pelapisan ulang pada jalan yang rusak.
Oprit: Jalan penghubung ke jembatan.
P
Pile Cap: Beton pengikat tiang pondasi.
Plastisitas: Sifat tanah/material berubah bentuk permanen tanpa retak.
Prestressed Concrete: Beton prategang yang diberi gaya tekan awal pada tulangan.
Q
Quarry: Tempat pengambilan material alam (batu, pasir).
Quality Control (QC): Pengawasan kualitas pekerjaan.
Quay: Dermaga untuk kapal bersandar.
R
Retaining Wall: Dinding penahan tanah.
Rigid Pavement: Perkerasan jalan menggunakan beton semen.
Revetment: Lapisan pelindung tebing sungai atau pantai dari erosi.
S
Slab: Pelat beton untuk lantai atau atap.
Settlement: Penurunan tanah akibat beban.
Slope Stability: Kestabilan lereng.
T
Truss: Rangka batang segitiga untuk atap atau jembatan.
Tender: Proses penawaran pekerjaan konstruksi.
Tegangan (Stress): Gaya per satuan luas.
U
Uji Sondir: Pengujian tanah untuk mengetahui daya dukung.
Underpass: Jalan yang melintas di bawah jalan lain.
Ultrasonic Test: Uji material dengan gelombang ultrasonik.
V
Void Ratio: Perbandingan volume pori terhadap volume padatan tanah.
Viskositas: Kekentalan fluida.
Vibrasi: Getaran pada struktur akibat beban dinamis.
W
Workability: Kemudahan beton segar untuk diolah dan dipadatkan.
Waterproofing: Perlindungan struktur dari rembesan air.
Wind Load: Beban angin pada struktur.
X
X-Bracing: Sistem pengekang rangka baja berbentuk X untuk menahan gaya lateral.
XPS (Extruded Polystyrene): Bahan isolasi termal dalam konstruksi.
Xylem: (meski istilah botani) kadang dipakai di teknik lingkungan terkait pergerakan air dalam tanah.
Y
Yield Strength: Tegangan saat material mulai berubah bentuk permanen.
Young’s Modulus: Rasio tegangan terhadap regangan dalam daerah elastis.
Yard: Area kerja konstruksi atau penyimpanan material.
Z
Zoning: Pengaturan tata guna lahan dalam perencanaan kota.
Zero Slump: Beton kaku dengan nilai slump mendekati nol.
Zinc Coating: Lapisan seng untuk mencegah karat pada baja (galvanisasi).
0 Response to "Kamus Teknik Sipil A-Z"
Post a Comment